Ini adalah Lanjutan dari artikel yang pertama mengenai Desa Tangkolo ......
2. JEMBATAN CIJOLANG
Kepedulian Pemerintah Kuningan untuk membangun kotanya bukan hanya terpusat di kota saja melainkan sampai perbatasan, terbukti salah satunya telah dibangunnya jembatan megah yang berada di Desa Tangkolo Kecamatan Subang yang berbatasan dengan Desa Patakaharja, Rancah Kecamatan Ciamis. Tak hentinya terus mendapatkan pembenahan dari Bupati Kuningan H. Aang Suganda.
Jembatan Cijolang Tangkolo dengan panjang 80 meter dan lebar 7 meter, kondisinya tidak memungkinkan. Siapapun termasuk warga Tangkolo yang tiap hari melewatinya pasti merasa was-was dan khwatir. Karena jembatan tersebut kondisinya benar-benar siap ambruk. Sedangkan jembatan tersebut, merupakan satu-satunya penghubung Desa Tangkolo menuju Kuningan atau Kecamatan Ciamis. Dengan kondisi tersebut, warga tengkolo merasa terisolasir.
Untuk mebangun jembatan tersebut, secara bertahap Bupati Kuningan bersama Dinas PU Bina Marga melakukan sentuhan terhadap masalah besar warga Desa Tangkolo. Dimulai tahun 2006, Bupati Aang mulai melakukan langkah untuk membangunya, dengan anggaraan awal sebesar Rp. 2,7 miliar yang digulirkan setiap tahun. Jembatan Cijolang Tangkolo mulai dibagun kembali dimana bangunan yang sebelumnya ditinggalkan, bangunan yang sekarang lebih kokoh sehingga jembatan ini tampak megah.
Kini warga Tangkolo telah menemukan impiannya dengan dibangunya jembatan itu, terlebih lagi bukan semabarang jembatan, bahkan merupakan jembatan termegah di Kabupaten Kuningan.
“Jembatan ini memiliki kelebihan terutama kerangka besinya bukan besi biasa. Tapi besi Spayol bahkan ini merupkan produk pertama, dimana biasanya menggunakan besi Austaralia, dengan demikin jembatan ini sangat kokoh dan menjadi yang termegah di Kuningan,”ungkap Bupati Kuningan, didampingi Kadis Bina Marga H. Kukuh T. Malik M.Si. Pemborong H. Maman KIK, Kabag Umum Trisman Supriatna M.Pd. dan Kabag Humas Yudi Nugraha, M.Pd. disela monitoringnya,
Jembatan Cijolang Tangkolo dengan panjang 80 meter dan lebar 7 meter, kondisinya tidak memungkinkan. Siapapun termasuk warga Tangkolo yang tiap hari melewatinya pasti merasa was-was dan khwatir. Karena jembatan tersebut kondisinya benar-benar siap ambruk. Sedangkan jembatan tersebut, merupakan satu-satunya penghubung Desa Tangkolo menuju Kuningan atau Kecamatan Ciamis. Dengan kondisi tersebut, warga tengkolo merasa terisolasir.
Untuk mebangun jembatan tersebut, secara bertahap Bupati Kuningan bersama Dinas PU Bina Marga melakukan sentuhan terhadap masalah besar warga Desa Tangkolo. Dimulai tahun 2006, Bupati Aang mulai melakukan langkah untuk membangunya, dengan anggaraan awal sebesar Rp. 2,7 miliar yang digulirkan setiap tahun. Jembatan Cijolang Tangkolo mulai dibagun kembali dimana bangunan yang sebelumnya ditinggalkan, bangunan yang sekarang lebih kokoh sehingga jembatan ini tampak megah.
Kini warga Tangkolo telah menemukan impiannya dengan dibangunya jembatan itu, terlebih lagi bukan semabarang jembatan, bahkan merupakan jembatan termegah di Kabupaten Kuningan.
“Jembatan ini memiliki kelebihan terutama kerangka besinya bukan besi biasa. Tapi besi Spayol bahkan ini merupkan produk pertama, dimana biasanya menggunakan besi Austaralia, dengan demikin jembatan ini sangat kokoh dan menjadi yang termegah di Kuningan,”ungkap Bupati Kuningan, didampingi Kadis Bina Marga H. Kukuh T. Malik M.Si. Pemborong H. Maman KIK, Kabag Umum Trisman Supriatna M.Pd. dan Kabag Humas Yudi Nugraha, M.Pd. disela monitoringnya,
Bupati Aang menjelaskan kaitannya dengan anggaran, total anggaran pembangunan jembatan Rp. 2,7 miliar. tidak termasuk kerangka besinya, sebab kerangka besi jembatan Cijolang Tangkolo ini berasal dari bantuan pemerintah pusat melalui Departemen Pekerjaan Umum (PU).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar